teRsesat yang KonyoL… paRt III

bru0Papahnya Teguh sempat menanyakan nama kami berdua. Kami pun memberi tahu nama kami tanpa memikirkan apapun. Tapi setelah dipikirkan lagi, kalau sampai papahnya teguh memberi tahu ke temen-temen DKM yang lain kalau kita nyasar ampe mau ke sumedang. Kita pasti malu besar ke temen-temen yang lain. Lalu anie meminta papahnya teguh supaya jangan bilang-bilang kalau kita berdua nyasar. Papah teguh pun mengiyakannya.

Sesudah papahnya teguh pergi, kami pun menyusuri jalan seperti yang diberitahukannya. Waduh cape nya dua kali. Cape banget. Setelah kami turun dari tepat yang tadi kami susuri, kami berdua menemukan tempat yang menurut kami pos satpam tempat peserta KRI berteduh. Ternyata tempat itu adalah jalan pertama menuju Oray Tapa. Alias loket tiket nya. Wah, kami berdua merasa dibodohi. Mungkin waktu kami berdua lewat tempat itu, tanda masuk Oray Tapa nya tertutupi badan-badan orang yang berteduh alias peserta KRI itu. Sehingga kami tidak tahu. Maklumlah orang kami berdua belum pernah ke Oray Tapa. Tapi setidaknya harusnya mereka memberitahu kami dong. Malah Cuma bilang “ih, teteh pake payung.”gitu doang.

Sms dari teman-teman yang sudah sampai di Oray Tapa menghujani Hapeku, mereka menanyakan keadaan aku dan anie. Aku bilang saja kami sedang jalan-jalan dulu. Hehehe. Padahal dari tadi nyari jalan aja susah banget.

Akhirnya setelah itu datang dea, teman DKM kami. Dia menuntun kami berdua ke jalan yang benar (hehehe, lebay ya). Aku pun mempertanyakan dalam hati, betapa cerobohnya kami berdua. Sampai nyasar ke tempat sejauh itu. Padahal jalan menuju Oray Tapa ada di depan mata kami.

Sesampainya di Oray Tapa, kami berdua disambut berbagai pertanyaan teman-teman kami yang cemas tentang keberadaan kami. Ternyata tanpa aku dan anie sadari, papahnya teguh telah memberitahukan kepada teman-teman kami semua. Bahwa kami berdua “nyasar sampai ke dalam hutan”. Mendengar hal itu kami langsung kaget. Padahal jelas-jelas kami masih ada di jalan biasa, masa di bilang hutan. Pantas saja semua cemas.

Aku pun berfikir, bahwa sepertinya aku dan anie pada saat itu, kami berdua seperti hiking saja. Bukan seperti panitia yang sedang melatih angkatan selanjutnya. Sebab kami berdua seharian sibuk naik gunung dan mencari jalan tentunya. Hehehe.

Tapi pengalaman ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan untukku. Sungguh pengalaman yang aneh untuk tersesat karena hal sekonyol seperti itu.

…tHe enD…

^_^ ^_^

Advertisements

~ by mieluvearth on November 22, 2008.

One Response to “teRsesat yang KonyoL… paRt III”

  1. the story from your experience is good. plz make more article about science , art, etc.
    okay make better.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: