Miko’s comic…

•December 6, 2008 • 3 Comments

4

Title                    : hai, miiko!

Comicus            : Ono Eriko

The Characters  : Miko, Mari-chan, Tappei, Yuko, Yoshida, Mamoru, Kenta, Miho,miko’s parent, Momo, Yoshiki, etc.

Synopsis          : This comic tells about Miko’s life with her family and her friend. Many stories inside the comic, begin with school, house, etc. Many laugh from every story.

My opinion    : I like this comic. Miko’s comic is my favorite comic. I have read miko’scomic until miko volume 19. I have read this comic when I still in junior high school. This comic is very interesting to me. Many new stories from miko’s comic. So, don’t forget to read this comic!! Ok, friend!!

^0^

Advertisements

Yotsuba’ comic…

•December 6, 2008 • Leave a Comment

lucu

Title : yotsuba & !

Comicus : Kyohiko Azuma

The Characters : Yotsuba, yotsuba’s father, Yanda, Jumbo, Ena, Miura,

Asagi, Fuka, etc.

Synopsis            : This comic tells about Yotsuba with her new experience.

Yotsuba who little girl that have many experience with

anything that she new see. Many interesting story from this

comic. And many laugh inside this Comic.

My opinion : I like this comic. When I read this comic, I can’t stop to

laugh. The story from this comic is very interesting to me. This comic has 7 volumes until now. So, I wait to read yotsuba’s comic volume 8. And if you want to laugh, don’t forget to read this comic, Ok!!!

(^0^)/2800669351_717daf347d_m

teRsesat yang KonyoL… paRt III

•November 22, 2008 • 1 Comment

bru0Papahnya Teguh sempat menanyakan nama kami berdua. Kami pun memberi tahu nama kami tanpa memikirkan apapun. Tapi setelah dipikirkan lagi, kalau sampai papahnya teguh memberi tahu ke temen-temen DKM yang lain kalau kita nyasar ampe mau ke sumedang. Kita pasti malu besar ke temen-temen yang lain. Lalu anie meminta papahnya teguh supaya jangan bilang-bilang kalau kita berdua nyasar. Papah teguh pun mengiyakannya.

Sesudah papahnya teguh pergi, kami pun menyusuri jalan seperti yang diberitahukannya. Waduh cape nya dua kali. Cape banget. Setelah kami turun dari tepat yang tadi kami susuri, kami berdua menemukan tempat yang menurut kami pos satpam tempat peserta KRI berteduh. Ternyata tempat itu adalah jalan pertama menuju Oray Tapa. Alias loket tiket nya. Wah, kami berdua merasa dibodohi. Mungkin waktu kami berdua lewat tempat itu, tanda masuk Oray Tapa nya tertutupi badan-badan orang yang berteduh alias peserta KRI itu. Sehingga kami tidak tahu. Maklumlah orang kami berdua belum pernah ke Oray Tapa. Tapi setidaknya harusnya mereka memberitahu kami dong. Malah Cuma bilang “ih, teteh pake payung.”gitu doang.

Sms dari teman-teman yang sudah sampai di Oray Tapa menghujani Hapeku, mereka menanyakan keadaan aku dan anie. Aku bilang saja kami sedang jalan-jalan dulu. Hehehe. Padahal dari tadi nyari jalan aja susah banget.

Akhirnya setelah itu datang dea, teman DKM kami. Dia menuntun kami berdua ke jalan yang benar (hehehe, lebay ya). Aku pun mempertanyakan dalam hati, betapa cerobohnya kami berdua. Sampai nyasar ke tempat sejauh itu. Padahal jalan menuju Oray Tapa ada di depan mata kami.

Sesampainya di Oray Tapa, kami berdua disambut berbagai pertanyaan teman-teman kami yang cemas tentang keberadaan kami. Ternyata tanpa aku dan anie sadari, papahnya teguh telah memberitahukan kepada teman-teman kami semua. Bahwa kami berdua “nyasar sampai ke dalam hutan”. Mendengar hal itu kami langsung kaget. Padahal jelas-jelas kami masih ada di jalan biasa, masa di bilang hutan. Pantas saja semua cemas.

Aku pun berfikir, bahwa sepertinya aku dan anie pada saat itu, kami berdua seperti hiking saja. Bukan seperti panitia yang sedang melatih angkatan selanjutnya. Sebab kami berdua seharian sibuk naik gunung dan mencari jalan tentunya. Hehehe.

Tapi pengalaman ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan untukku. Sungguh pengalaman yang aneh untuk tersesat karena hal sekonyol seperti itu.

…tHe enD…

^_^ ^_^

teRsesat yang KonyoL… paRt II

•November 22, 2008 • Leave a Comment

i110201551Udara di sekitar kami bertambah dingin disertai cuaca yang
tak menentu, hujan datang dan beberapa saat kemudian berhenti. Saat kami
beranjak jalan setelah istirahat beberapa saat, kami melihat peserta KRI,
langsung kami menghentikan langkah kami dan menunggu dari belakang sampai
mereka pergi mendahului kami.

Hujan pun mulai turun kembali, dan peserta KRI tersebut
belum beranjak dari tempatnya. Menurut feeling kami, lebih baik kami jalan dulu
biar nanti mendahului mereka. Dan nanti kami bisa diam dulu menunngu mereka (peserta
KRI), lalu kami berdua mengikuti mereka lagi dari belakang. Atas dasar feeling sang panitia ini, kami
berfikir untuk terus jalan meninggalkan mereka. Tentu dengan memakai payung
yang dibawa anie, karena hujannya cukup deras.

Ismie dan anie melihat peserta KRI memperhatikan kami berdua
dengan heran. Entah atas dasar apa, but we don’t care about it. Kami
berdua terus jalan mengikuti feeling kami. Tampak di dekat peserta KRI salah
satu tmandh panitia kami. Mereka berlindung di dekat pos satpam (menurut kami
pada saat itu). Ada dari peserta KRI berkata, “ih, teteh pake payung!”gitu aja,
dan kami tidak menghiraukannya. Kami terus berjalan dengan yakin.

Setelah berjalan cukup jauh, kami mulai sesak bernapas
karena tempat menjadi cukup tinggi. Dan jalan yang harus kami tempuh menjadi
tanjakan yang cukup terjal di sertai bebatuan dan tanah lempung yang kotor. Dan
itu membuat sepatuku hancur total. Aku sempat mengirim sms pada beberapa
teman-temanku yang menjaga pos, sebab kami berdua belum sampai di pos 1. Dan
arahan temanku membuatku dan anie makin bingung karena kami menemukan jalan yg
berbeda dgn yang ditemui tman DKMku sebelumnya.

Aku sempat bertanya pada bapak-bapak tukang rumput yang
melewati kami tentang dimana oray tapa berada, tapi itu “nihil” karena bapak
itu pun tidak tahu sama seperti kami.

Kami sempat istirahat untuk makan bekal, karena perut kami
sudah menampilkan sinyal minta makan. Karena tak terasa sekarang sudah lewat
jam makan siang dan adzan dzuhur pun menemani kami memakan bekal. Walaupun kami
makan sedikit tapi itu cukup untuk menambal perut kami. Tiba-tiba seorang bapak
yang kami kenal papahnya teguh, dengan motor balapnya melewati kami, dan
berhenti sambil berkata…

Papah teguh : “ini anak 24 kan? Yang ikutan KRI kan?Klas berapa? 2 sma ya?”

Anie & ismie : “klas 3, pak. Kami panitia, in jalan mau ke Oray Tapa, kan?”

Papah teguh : “Wah, kalau lewat jalan ini sih. Entar nyampenya ke Sumedang.”

Mendengar jawaban papahnya teguh kami berdua langsung kaget.
Jadi selama ini aku dan anie jalan tak menentu alias “nyasar”.

To be continued…

^_^

teRsesat yang KonyoL… paRt I

•November 22, 2008 • Leave a Comment

bru9Ini ceritanya pas DKM ngadain acaranya KRI ke Oray Tapa, itu tuh acara pelatihan bwt anak DKM yang kelas 2. Nah ismie ma tmend ismie yang lainnya kebagian jadi panitia. Waktu itu ismie jadi koorlap bareng anie, nofa ma sundus.

“Jam 6 kumpul di depan sma 24 hari minggu”, itu wajib. Tapi nyatanya banyak juga yang telat malah hampir semua termasuk ismie. Ismie nyampe jam 6 lewat 10 menit (kalau gak salah). Dan terbukti kita mulai berangkat jam 8 pagi. Bayangkan ngaretnya gak kira-kira, 2 jam loh…

Setelah berfoto-foto ria, kita pun pergi memulai perjalanannya. Ternyata tujuan kita yang pertama adalah rumah pembimbing DKM. Tapi yang pergi ke rumah beliau cukup diwakilin ma beberapa panitia aja. Yang lainnya nunggu di mesjid sekalian sholat dhuha dulu di sana.

Wuih…ternyata eh ternyata kami semua pergi ke oray tapa baru terlaksana pukul sepuluh lewat (kalau tidak salah, ya). Tentu dengan pembimbing DKM setia menemani kami,(hehehe). Perjalanan menuju Oray Tapa pun ditempuh oleh kami menggunakan sebuah transportasi sangat amat sederhana alias “ancot”. Sampailah kami di sebuah mesjid, udara di sekitar kami pun berubah menjadi dingin. Karena oray tapa terletak di dekat gunung.

Ismie yang kebagian jadi koorlap menemani peserta KRI bareng anie. Yang lainnya udah pergi nyiapin pos-pos nya. Nofa ma sundus yang jadi koorlap pun udah berangkat jalan kaki ke sana. Ismie ma anie sebenarnya “belum pernah” sekali pun ke Oray Tapa, dan itu untuk pertama kalinya kami ke sana. Setelah mengikuti instruksi teman-teman DKM kami. Kami berdua mengikuti peserta KRI dari belakang mereka. Tapi jangan sampai mereka tahu kami mengikutinya. Dan itu tugas utama koorlap.

Asal kalian boleh tahu..kata kunci yang diketahui ismie ma anie untuk nyampe ke sana, hanya “jalan aja terus nyusurin jalan aspal, ntar pasti langsung nyampe di Oray Tapa”. Just it! Itupun atas intruksi dari tmandh DKM. Kami berdua pun langsung tancap jalan mengikuti dari belakang. Ternyata jalannya jauh banget mana nanjak lagi. Ismie ma anie sempet foto-foto loh di jalan habis sepi.

To be continued…

^_^

Asyik aRtikeLku diteRbiTkan!!!

•November 22, 2008 • 1 Comment


bru5

Waktu malam senin…

ismie kan baca Koran Republika…

Nach di situ ada kolom tulisan tentang siapa yang maw ikutan “citizen journalism”…

Itu tuh kolom, bwt siapa aja yang maw tulisannya di pampang di Koran…

Siapa coba yang gak maw artikelnya di terbitin di Koran Jakarta…

Temanya udah ditentuin tentang Hemat Air dan Energi…


Langsung aja ismie bwt deh artikelnya secepat kilat…

karena deadline nya tuch besok banget….

Gak peduli besok ada peer atau gak…..

Jadi semalaman ismie bwt itu artikel….

Besoknya, pas Subuh ismie langsung ngetik artikel itu…

Sempet ngopy foto-foto yang berkaitan tentang artikel itu…

Udah pulang sekolah ismie bareng agyez ke warnet…

Warnetnya deket sekolah…

Ismie sempet bilang ke agyez …

Ismie : “Gyez, ismie maw ngirimin artikel tpi gak taw

bakal diterbitin atau gak…”

Agyez : “Udah mie..Coba dulu aja siapa tau berhasil..”

Yach akhirnya ada smangat lagi deh…

Waktu masukin artikel ke email…

Foto yang ismie masukin gak bisa ke baca alias blank…

Setelah dicoba berapa kali tidak berhasil juga…

Alhasil artikelnya dikirimin lewat email yang udah gak jelas bentuknya….

Ismie pun pulang dengan pasrah ditemani agyez yang always menemani..

Hehehehe…(sorry ya gyz..ngerepotin..)

Minggu depan kemudian…

Udah pulang dari les, kepala pusing banget…

Langsung ganti baju dan makan…

Tiba-tiba ismi inget tentang artikel yang di Koran…

Pas ismie liat bagian depannya ada tulisan gede “hemat air dan energi”..

Dan itu bukan artikel ismie…

Ya sudah ismie pun pasrah aja…

Ya mungkin belum waktunya kali ya…

Tapi pas ismie buka ke halaman selanjutnya ada judul artikel

yang perasaan pernah ismie liat…

Dan di bawahnya ada tulisan…

Sarah Ismi Kamilah

Citizen journalist di Bandung

XII IPA 2

SMAN 24 Bandung

ismie : “Ih, artikel yang ini punya ismie!”

adik : “iyach ini punya ismie.. pantesan aja kaya pernah baca…”

Wah ismie seneng banget…

Alhamdulillah…

Semua yang ada di rumah langsung ngumpul liat artikel ismie di Koran…

Hohohoho…senangnya…

Tidak peduli ada hadiahnya atau tidak tapi ismie seneng banget…

Papah mie juga liat tapi pas besok paginya…

soalnya malem-malemnya papah mie rapat di mesjid …

Besoknya ismie kasih tau agyez di sekolah tentang artikel itu …

Agyez juga kaget loch…

Hahahaha….

Ya ALLAH…Alhamdulillah…

Thank you so much…

Arigatou…

taHu Loverz…..

•October 22, 2008 • 1 Comment

nich….

diliatin tahu nya…..

nyam…nyam….nyam….

yummy!!!!

pokoknya rasanya MANTAP deh….

hehehehe…

jangan ngiri ya….